Rabu, 07 November 2012

Mengapa Aku Harus Menikahimu?

Mengapa Aku Harus Menikahimu?

(Arrahmah.com) - Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan "dia bukanlah orangnya!"
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur'an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku.
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan "mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!".
  1. Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, "apa yang salah dengan itu?") pemuda itu menjawab, "Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu'alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini". Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu'alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
  2. Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur'an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
  3. Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu'alaihi wa sallam) mengatakan "jangan marah, jangan marah, jangan marah", ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
  • Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
  • Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
  • Mudah memaafkan, tidak mudah marah
  • Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
  • Mencitai Allah lebih dari segalanya
  • Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
  • Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
  • Dapat mengontrol kemarahan
  • Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari'at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
"Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir". (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)
oleh: Zafaran
(muslimahzone.com/arrahmah.com)

Selasa, 10 Juli 2012

KEUNTUNGAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Selepas sholat dhuhur di masjid, bertemu rekan, yang tiba2 terketuk menceritakan  bagaimana kisah nya bisa diterima dosen sebuah perguruan tinggi ternama.
Faedah dari cerita ini bukan profesi sang tokohnya, bukan posisinya, jabatanannya tetapi bagaimana iya selalu berkomunikasi kepada ALlah.

Diceritakannya, dulu dia tinggal di sebuah desa yang terpencil, jauh dari hiruk pikuk kota, dan pendidikan berkualitas... AYahnya berpenghasilan pas-pasan  dan sakit-sakitan, keadaan keluarga sungguh serba kekurangan...... Suatu hari ada dorongan kuat dalam dirinya untuk kualiah di Yogya... padahal waktu itu duit sepeserpun tidak ada ditangan... ketika menyampaikan kepada orangtua, justru isak tangis yang muncul.... dari mana bisa membiayai kuliah nantinya...

Akhirnya setelah terus menjaga kepercayaan maka orangtua nya merestui, kemudian menyampaikan bahwa dulu kala pernah menanam saham usaha ke seorang rekan sebesar 3 juta, kemudian bapaknya memberikan alamat....     Dengan semangat juanganya, ditemuilah teman bapaknya...


Awal menemukan ALlah dalam hatinya
Singkat cerita rekan saya ini ke Yogya, tidak tahu dengan cara apa bisa kuliah dengan dana 3 juta... kemudian dia mendaftar di UGM, ternyata diterima... namun dia bingung bagaimana bisa membiayai hidup dan tempat kos jika dana 3 juta digunakan untuk biaya pendaftaran saja kuliah disana. Menangislah dia, betapa keinginannya ini terbentur dana.. akhirnya dibulatkan tekat akan mendekatkan diri kepada ALlah... akhirnya dia meminta izin tinggal di sebuah masjid, akhirnya dia tinggal di masjid siang malam sehingga disanalah menemukan bahwa komunikasi dengan Allah itu indah, bahkan tidurpun bisa mengingat Allah ketika terjaga, ketika lapar ingat Allah, dan dengan ikhlasnya melibatkan diri membantu kelangsungan masjid itu......selang 3 minggu kemudian tinggal dimasjid, ketika selepas sholat, dan wajahnya penuh air mata.... kepada ALlah dia bangkit berjalan, seperti diarahkan membaca tulisan di Papan Pengumuman Masjid, adanya kesempatan beasiswa menjadi mahasiswa UII sekaligus gratis kuliah dan tempat tinggal di Pondok Pesantren UII, dengan mengingat Allah dan tidak mampunya orangtua, maka mensegerakan diri ikut.

Sukses pertama

Dalam serangkaian tes yang sangat berat  bersaing dg ribuan peserta tes, dia tidak memiliki keyakinan atas kemampuan dirinya, maka diserahkannya semua itu kepada ALlah, pelajaran tinggal dimasjid membuat dia bisa berkomunikasi kepada ALlah setiap saat, pun ketika menunggu tes. Alhamdulillah ketika dari ribuan peserta tes diambil 150 orang untuk tes berikutnya dia lolos..

Di tes tahap terakhir, terkejut lah dia karena mendapat urutan tes nomor terakhir saaat tes wawancara, di ruang tunggu tes hatinya makin gelisah, karena setiap yang selesai di tes dan keluar dari ruangan tes WAJAHNYA Selalu muram...tegang dan pucat..maka menangislah dia kepada ALlah..ketakutannnya luar biasa...  tapi tekadnya sudah bulat ......namun lagi2 setiap melihat peserta keluar selalu gelisah, apalagi peserta tes yg lolos tahap ini adalah lulusan dari SMA ternama seperti dari GONTOR... dll  Dengan materi tes begitu banyak termasuk bahasa inggris, bahasa Arab....   Namun ada keajaiban dari sini... dia merasakan seakan bisa menjawab tes itu dengan sangat mudah.. bahkan tidak sadar tes itu sudah selesai..  

Keajaiban kedua, ternyata begitu selesai itu maka langsung ditanya : "Maukah besok tinggal di Pondok Pesantren UII?"   kaget mendengar pertanyaan ini karena belum apa2 sudah ditawari tinggal di Pondok Pesantren yang berarti tidak lagi di masjid, karena ini sudah salah satu impian nya... dan akhirnya dia bisa tinggal disana sambil menunggu apakah lolos tes atau tidak.

Keajaiban dari Allah asalnya, akhirnya diterima menjadi mahasisa beasiswa, dan bisa tinggal di pondok pesantren... begitu senangnya akhirnya menelpon Ayah tercintanya yang sedang berbaring di rumah sakit, begitu mendengar anaknya diterima Ayah menitikkan airmatanya... dan sangat gembira, bahkan tidak sadar bisa bangkit dari tidur, ... sehingga hari itu juga dinyatakan sembuh oleh dokter dan boleh pulang ke rumah.....

Sukses kedua

Dalam perjalanannya, selepas dari mahasiswa pas-pasan ini, singkat cerita kesuksesan kedua ini adalah  dia lolos tes menjadi Seorang Dosen FAKULTAS MIPA, di Perguruan Tinggi Ternama di Yogya.. hingga sekarang dijalaninnya dengan cara yang sama, selalu mengingat ALlah setiap saat, bahkan selalu dikatakannnya, begitu indahnya bisa mengkomunikasikan hidupnya kepada ALlah.. pun ketika mau tidur ..

Kemudian setelah menjadi Dosen, juga dicobanya usaha ternak kelinci dan lele Albino... awalnya bisa produksi namun bingung bagaimana harus menjualnya, buntu juga pikirannnya, hingga suatu saat dia mengikuti pelatihan SEO dan berhasil membuat blog untuk menggambarkan usahanya ini dan tip triknya.

Ternyata diluar dugaan, Blog dan SEOnya berhasil bahkan sampai terbengong2 karena yang inden produk2 ternakanyaa ini sudah antri hingga 6 bulan ke depan... sesuatu yang tidak disangka sebelumnya...ternak dari hobi ini bisa mendapat rekan juga dari berbagai kota.....

Yah ini hanya sebagai refleksi kita........... apakah memang setelah kesulitan ada kemudahan...


Catatan terakhir.
Sukses itu kadang tidak diawali dari harta, bergelimang harta, tetapi bisa diawali sejauh mana kita berkualitas dalam komunikasi kepada Allah....melibatkan Allah di dalamnya.  dan mulailah MEMBUKA KEYAKINAN KEPADA ALLAH atas liku2 perjalanan hidup kita..

Semoga kita selalu dimudahkan Allah dalam setiap urusan..

Wa'alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh

Kamis, 03 Mei 2012

Beberapa Trik Menenangkan Bayi yang Rewel

Beberapa Trik Menenangkan Bayi yang Rewel

Bayi menangis bukanlah hal yang aneh. Sering kali jika lapar atau merasa tidak nyaman, bayi akan menyampaikan “protesnya” dengan menangis.

Tapi bagi para mama baru, bayi menangis terkadang membuat panik. Apalagi ketika bayi terus menangis walau perutnya sudah kenyang. Apa yang harus dilakukan?

Beberapa hal di bawah ini disarankan para dokter anak di seluruh dunia untuk mengatasi bayi yang menangis terus-menerus.

1. Gendong goyang: Gendong bayi Anda lalu goyangkan lengan Anda dengan halus. Goyangan itu akan membuat bayi lebih tenang.

2. Gendong ayun: Bayi juga akan merasa nyaman jika Anda menggendongnya kemudian mengayunkan tangan dengan halus layaknya ayunan.
                                                                                                                                                 
3. Getaran: Banyak tempat tidur dan tempat duduk bayi yang dilengkapi dengan fitur getaran, yang juga bisa membuat bayi lebih aman dan nyaman.

4. Bedong: Saat dindalam rahim, bayi terbiasa di tempat sempit dan hangat. Terkadang membedongnya dengan selimut akan membuatnya kembali tenang karena merasa aman layaknya di dalam rahim.

5. Teknik skin to skin: Kehangatan adalah salah satu yang membuat bayi tenang. Cobalah buka blouse Anda, juga baju si bayi. Baringkan ia di dada Anda. Biarkan ia merasakan kehangatan dari tubuh, serta mendengar detak jantung. Hal itu akan membuatnya tenang. Teknik ini juga telah dipakai para dokter untuk menghangatkan suhu bayi yang baru lahir, terutama bayi-bayi yang prematur.

6. Pelukan ayah: Pelukan hangat dari tangan ayah yang besar juga bisa membuat bayi merasa aman. Coba sesekali biarkan suami Anda yang menenangkan si kecil.

Jika langkah-langkah di atas tak juga membuat bayi Anda berhenti menangis, lekaslah hubungi dokter anak. Selamat mencoba!

perkataan yang tidak boleh dikatakan kepada anak

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".

"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

"Aku tidak peduli."
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

“Kamu kan sudah besar!"
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

"Minta maaf!"
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.

"Masak nggak bisa juga?"
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.

Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN:
Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.

"Ditinggal ya!"
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.

Sabtu, 07 April 2012

"5 FAKTA KESUKSESAN"

1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA KITA!
- Nelson Mandela, baru jadi presiden pada usia 76 tahun setelah masuk bui selama 27 Thn.
- Steve Jobbs, sudah jadi jutawan usia 21 tahun
- Kolonel Sanders (KFC), memulai bisnis pd umur 65 tahun
- Winston Churchill, Seringkali gagal dan banyak hambatan, baru baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
- Bill Gates, sudah jadi manusia terkaya di dunia usia 41 tahun.
--
2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.
- Barrack Obama : Keturunan Kulit Hitam pertama yg jadi Presiden Amerika Serikat saat ini
- Jenderal Colin Powell & Martin Luther King : juga berkulit hitam
- Confusius: anak yatim di negeri Tiongkok yg akhirnya menjadi Penasehat Kerajaan dengan sebutan Sang Bijak dan diakui sbg Nabi oleh para pengikutnya .
- Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.
--
3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ( CACAT ) FISIK.!
- Hellen Keller : Seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu tapi berhasil menjadi Penulis dan Pendidik terkenal dunia.
- William Shakespeare: seorang penderita cacat kaki yg bisa menjadi penulis novel yg sangat terkenal yg sangat fenomenal dengan karya2 nya .
- F.D. Roosevelt: waktu kecil terkena sakit polio tapi ia berhasil menjadi Presiden AS ke 32.
- Beethoven: Seorang Tuna Rungu tapi bisa menjadi komposer musik.
- Napoleon Bonaparte : Tubuhnya sangat pendek, wajah pun tidak menarik, tetapi dia menjadi pemimpin pasukan yg menaklukkan hampir seluruh Eropa.
- Anthony Robbins: hanya Lulusan SMA, dia jg kegemukan tapi dia merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, dia menjadi langsing dan menjadi motivator terkenal dunia.
--
4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN!
- Temujin adalah seorang yg tidak pernah mengenyam pendidikan selain menurut adat dan tradisi suku Mongol tapi dia bisa mengembangkan pasukannya menjadi Tentara yang paling Sukses didunia dan membangun Kerajaan Terluas Yang pernah ada di Dunia dan akhirnya dia dikenal dgn nama Jenghis Khan Sang Penakluk.
- Thomas Alfa Edison : Hanya berpendidikan SD tapi melahirkan 2000 paten yg masih banyak dipakai sekarang ini.
- Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, pada usia 40an thn dia sudah mempunyai armada perkapalan terbesar di asia dan dia menjadi orang terkaya di Hongkong.
- Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah tapi bisa membangun sebuah pabrik Mobil .
- The Wright Brother : orang dari kalangan biasa saja dan tidak berpendidikan tinggi, tetapi merekalah yg menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
- Bill Gates, orang terkaya didunia, dia memulai bisnis setelah lulus SMA.
- Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.
--
5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA!
- Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
- Walt Disney : waktu usia 20 tahun dia masih seorang pemuda miskin dan tidak terkenal tapi pada usia 30 tahun dia sudah menjadi usahawan terkenal.
- Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin tapi bisa memimpin dan mempersatukan Amerika.
- Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, akhirnya dia bisa menjadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
- Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang tapi dia menjadi salah satu Presiden tersukses Amerika .

Kita ? sama2 punya tulang & daging dengan mereka semua, maka jika mereka bisa kita juga harusnya bisa!...
Yang penting upayanya, urusan hasil itu ketentuan Sang Maha Penentu....
Kita Brangkaaaaaaat! Bismillah....

Selasa, 14 Februari 2012

Ketika anak saya (Muhaimin Iqbal) yang pertama lahir sekitar 20 tahun lalu, saya tidak bersama istri saya yang memilih melahirkan anak pertama di kampung halaman. Saya baru mengetahuinya setelah semuanya selesai dua hari kemudian. Ini karena anak pertama saya lahir di hari libur dan keluarga di kampung baru bisa menghubungi saya via telepon ke kantor setelah kantor buka. Saat itu di rumah-rumah kita tidak ada telepon—dan itu tidak masalah. Peristiwa-peristiwa penting seperti kelahiran anak-pun berlalu dengan kabar yang telat–juga tidak masalah. Kini —hanya dalam dua dasawarsa— situasi itu sudah sangat berbeda, bahkan berangkat ke masjid pun —untuk sholat jamaah yang hanya sekitar lima menit— kita tidak mau handphone ketinggalan di rumah/kantor. Seolah ada yang lebih penting—yang harus bisa menghubungi kita kapan saja dan di mana saja. Mengapa ini terjadi?

Inilah hasil kerjaan para pemasar ulung di industri telekomunikasi selluler, secara bersama-sama mereka telah berhasil menciptakan suatu kebutuhan yang seolah begitu pentingnya —yang tidak bisa dipisahkan dari kita— yaitu kebutuhan untuk selalu bisa ditelepon/menelpon atau mengirim/menerima pesan pendek. Akibat dari ‘kebutuhan yang nampak begitu penting’ ini, terbangunlah sebuah pasar yang sangat besar di industri telekomunikasi selluler. Baik yang sifatnya hardware, software sampai industri-industri penunjangnya seperti industri content, industri periklanan dan lain sebagainya.

Adalah prestasi tersendiri bagi para pemasar untuk bisa membangun pasarnya sendiri dan tidak berebut dengan sejumlah pesaing yang menggarap pasar yang sama. Dan ini harus dilakukan terus menerus agar penguasaan pasar tetap kepegang. Di pasar telekomunikasi selluler yang baru terbangun oleh seluruh komponentnya dalam dua dasarawarsa terakhir tersebut, kini juga mulai jenuh. Hal ini terbaca dari persaingan yang ‘berdarah-darah’ diantara pemain, terbaca dari iklan-iklan mereka, terbaca dari struktur tariff mereka dan lain sebagainya.

Membangun pasar tidak harus dalam skala besar seperti industri telekomunikasi selluler tersebut di atas, di pasar yang sangat kecil sekalipun—bila kita sendirian di situ, maka bisa menjadi peluang besar untuk kita tumbuh. Dalam memperkenalkan Dinar misalnya, kita tidak merasa bersaing dengan siapapun karena ada celah pasar yang sejatinya kecil–tetapi bisa kita bangun menjadi peluang besar bagi kita sendiri.

Saya tidak bersaing dengan sesama toko emas karena produk kita berbeda, karakter pasarnya-pun berbeda —bahkan kita tidak merasa perlu untuk exist di pusat-pusat perdagangan emas di Jakarta seperti Cikini dan Melawai— karena pembeli Dinar tidak perlu datang ke Cikini atau Melawai. Kita tidak bersaing dengan bank, bursa saham, asuransi dan lain sebagainya karena produk yang kita tawarkan jelas berbeda dengan mereka —produk yang kita tawarkan value-nya ada di bendanya sendiri (intrinsic)— bukan pada institusinya.

Lantas bagaimana kita menemukan peluang pasar yang unique ini? Ada pendekatan yang mudah diingat untuk ini yaitu pendekatan WWW, bukan World Wide Web seperti umumnya kita kenal–tetapi pendekatan Who, What and Why.

Untuk mudahnya dipahami, sekali lagi saya ambilkan case-study di GeraiDinar.

Who : siapa yang menjadi target pasar kita? kita mendefinisikannya sebagai muslim menengah keatas yang memiliki excess fund untuk tabungan jangka panjang. Mengapa muslim? karena non-muslim tidak memiliki sentiment value terhadap Dinar—meskipun mereka ada yang membeli tetapi bukan target pasar kita. Mengapa menengah keatas yang memiliki excess fund untuk tabungan jangka panjang? karena fungsi proteksi nilai dari Dinar lebih terasa manfaatnya untuk kebutuhan jangka panjang seperti biaya sekolah anak, dana pensiun dlsb.

What : Apa produknya? kita tidak membuat produk ini sendiri, kita percayakan pada ahlinya dibidang ini yaitu Unit Logam Mulia dari PT. Aneka Tambang, TBK. Menyerahkan produk pada ahlinya ini memudahkan kita memperkenalkan produk ini ke khalayak.
Why : mengapa orang membeli Dinar dari kita? macam-macam alasannya, ada yang memindahkan uangnya dari deposito ke Dinar karena kebutuhan akan proteksi nilai lebih bisa dipenuhi di Dinar. Ada yang membeli karena harga buy back kita yang sangat tinggi karena kita jaga consistent 4% dibawah harga jual, pembeli kategori alasan kedua ini bahkan tetap membeli ketika harga kita tinggi—ya karena berarti kita juga menghargai tinggi terhadap Dinar yang telah mereka beli sebelumnya. Ada pula yang membeli karena sajian data harga kita yang selalu up-to-date, sehingga orang bisa mengikuti dari menit ke menit arah nilai tabungannya dan tahu persis berapa nilainya bila hendak dijual kembali.

Pembeli dengan alasan ketiga inilah yang akhirnya membentuk suatu ‘kebutuhan’ tersendiri—yaitu kebutuhan akan informasi harga yang harus selalu bisa diakses secara up-to-date. Melalui pemantauan mereka ini pula kami mendapatkan response bila dalam beberapa menit saja server kami down—bahkan ketika hari libur sekalipun.

Paduan dari tiga kombinasi who, what and why yang bersifat unique inilah yang membuat pasar kita berbeda dari pasar orang lain. Salah satu atau dua dari W-nya bisa sama yaitu misalnya Who dan What-nya, tetapi bila W yang ketiga berbeda—maka kita masih akan menghasilkan pasar yang berb eda dari yang dimiliki orang lain. Ilustrasi di bawah ini akan memudahkan kita membangun pasar yang unique ini.

Senin, 13 Februari 2012

budi daya walet

>> Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
>> Budidaya walet ternyata bisa dengan biaya yang terjangkau. Ini sudah saya
>> praktekkan 2 tahun belakangan ini. Yakni saya memanfaatkan bekas kamar
>> tidur. Saya merehab kamar tidur menjadi kamar walet. Biaya yang saya
>> keluarkan pun hanya puluhan juta saja, yakni untuk merehab
>> ruangan;..membikin papan sirip tempat walet bersarang, membeli ember-ember
>> untuk air sebagai sarana kelembapan, membeli paralon/ pipa PVC 4 inc untuk
>> ventilasi udara, dan membeli seperangkat audio untuk memanggil walet harus
>> dengan suara tiruan.
>> Pengeluaran harian tidak ada sebab walet mencari makan sendiri. Hasil yang
>> saya peroleh, bisa panen sarang walet 1 kg setiap 3 bulan. Hasil panen
>> dihargai 1 kg Rp 10 juta rupiah. Ini karena kualitas sarang yang belum
>> bagus.
>> Anggapan selama ini, bahwa budidaya walet harus mengeluarkan dana yang
>> besar, ternyata sekarang sudah tidak relevan lagi. Ilmu walet juga selama
>> ini dirahasiakan. Namun setelah seorang teman memberikan informasi untuk
>> membuka www.duniawalet.com, situs tentang walet yang rasional, jujur dan
>> pemiliknya seorang muslim, saya memperoleh wawasan yang segar, dan
>> akhirnya
>> saya mencoba mempraktekkan budidaya walet dengan biaya yang terjangkau.
>> Alhamdulillah saya sekarang sudah memetik hasilnya.
>> Ini sebagai usaha alternatif di tengah persaingan bisnis yang begitu
>> ketat.
>> Budidaya walet dengan biaya murah, bisa dengan membangun bangunan dari
>> batako saja, dengan ukuran minimal 4 meter X 5 meter, satu atau dua
>> lantai.
>> Di Kalimantan, bangunan walet hanya terbuat dari papan atau Calsibut
>> dengan
>> menggunakan tiang kayu ulin.
>> Kesimpulannya, budidaya walet bukan monopoli orang kaya atau golongan
>> tertentu saja. Sudah saatnya, karunia Allah ini bisa kita manfaatkan
>> sebagai
>> lahan bisnis alternatif untuk memperoleh rizki Nya. Semoga info ini
>> berfaedah.
>> Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh