Sabtu, 07 April 2012

"5 FAKTA KESUKSESAN"

1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA KITA!
- Nelson Mandela, baru jadi presiden pada usia 76 tahun setelah masuk bui selama 27 Thn.
- Steve Jobbs, sudah jadi jutawan usia 21 tahun
- Kolonel Sanders (KFC), memulai bisnis pd umur 65 tahun
- Winston Churchill, Seringkali gagal dan banyak hambatan, baru baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
- Bill Gates, sudah jadi manusia terkaya di dunia usia 41 tahun.
--
2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.
- Barrack Obama : Keturunan Kulit Hitam pertama yg jadi Presiden Amerika Serikat saat ini
- Jenderal Colin Powell & Martin Luther King : juga berkulit hitam
- Confusius: anak yatim di negeri Tiongkok yg akhirnya menjadi Penasehat Kerajaan dengan sebutan Sang Bijak dan diakui sbg Nabi oleh para pengikutnya .
- Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.
--
3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ( CACAT ) FISIK.!
- Hellen Keller : Seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu tapi berhasil menjadi Penulis dan Pendidik terkenal dunia.
- William Shakespeare: seorang penderita cacat kaki yg bisa menjadi penulis novel yg sangat terkenal yg sangat fenomenal dengan karya2 nya .
- F.D. Roosevelt: waktu kecil terkena sakit polio tapi ia berhasil menjadi Presiden AS ke 32.
- Beethoven: Seorang Tuna Rungu tapi bisa menjadi komposer musik.
- Napoleon Bonaparte : Tubuhnya sangat pendek, wajah pun tidak menarik, tetapi dia menjadi pemimpin pasukan yg menaklukkan hampir seluruh Eropa.
- Anthony Robbins: hanya Lulusan SMA, dia jg kegemukan tapi dia merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, dia menjadi langsing dan menjadi motivator terkenal dunia.
--
4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN!
- Temujin adalah seorang yg tidak pernah mengenyam pendidikan selain menurut adat dan tradisi suku Mongol tapi dia bisa mengembangkan pasukannya menjadi Tentara yang paling Sukses didunia dan membangun Kerajaan Terluas Yang pernah ada di Dunia dan akhirnya dia dikenal dgn nama Jenghis Khan Sang Penakluk.
- Thomas Alfa Edison : Hanya berpendidikan SD tapi melahirkan 2000 paten yg masih banyak dipakai sekarang ini.
- Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, pada usia 40an thn dia sudah mempunyai armada perkapalan terbesar di asia dan dia menjadi orang terkaya di Hongkong.
- Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah tapi bisa membangun sebuah pabrik Mobil .
- The Wright Brother : orang dari kalangan biasa saja dan tidak berpendidikan tinggi, tetapi merekalah yg menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
- Bill Gates, orang terkaya didunia, dia memulai bisnis setelah lulus SMA.
- Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.
--
5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA!
- Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
- Walt Disney : waktu usia 20 tahun dia masih seorang pemuda miskin dan tidak terkenal tapi pada usia 30 tahun dia sudah menjadi usahawan terkenal.
- Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin tapi bisa memimpin dan mempersatukan Amerika.
- Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, akhirnya dia bisa menjadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
- Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang tapi dia menjadi salah satu Presiden tersukses Amerika .

Kita ? sama2 punya tulang & daging dengan mereka semua, maka jika mereka bisa kita juga harusnya bisa!...
Yang penting upayanya, urusan hasil itu ketentuan Sang Maha Penentu....
Kita Brangkaaaaaaat! Bismillah....

Selasa, 14 Februari 2012

Ketika anak saya (Muhaimin Iqbal) yang pertama lahir sekitar 20 tahun lalu, saya tidak bersama istri saya yang memilih melahirkan anak pertama di kampung halaman. Saya baru mengetahuinya setelah semuanya selesai dua hari kemudian. Ini karena anak pertama saya lahir di hari libur dan keluarga di kampung baru bisa menghubungi saya via telepon ke kantor setelah kantor buka. Saat itu di rumah-rumah kita tidak ada telepon—dan itu tidak masalah. Peristiwa-peristiwa penting seperti kelahiran anak-pun berlalu dengan kabar yang telat–juga tidak masalah. Kini —hanya dalam dua dasawarsa— situasi itu sudah sangat berbeda, bahkan berangkat ke masjid pun —untuk sholat jamaah yang hanya sekitar lima menit— kita tidak mau handphone ketinggalan di rumah/kantor. Seolah ada yang lebih penting—yang harus bisa menghubungi kita kapan saja dan di mana saja. Mengapa ini terjadi?

Inilah hasil kerjaan para pemasar ulung di industri telekomunikasi selluler, secara bersama-sama mereka telah berhasil menciptakan suatu kebutuhan yang seolah begitu pentingnya —yang tidak bisa dipisahkan dari kita— yaitu kebutuhan untuk selalu bisa ditelepon/menelpon atau mengirim/menerima pesan pendek. Akibat dari ‘kebutuhan yang nampak begitu penting’ ini, terbangunlah sebuah pasar yang sangat besar di industri telekomunikasi selluler. Baik yang sifatnya hardware, software sampai industri-industri penunjangnya seperti industri content, industri periklanan dan lain sebagainya.

Adalah prestasi tersendiri bagi para pemasar untuk bisa membangun pasarnya sendiri dan tidak berebut dengan sejumlah pesaing yang menggarap pasar yang sama. Dan ini harus dilakukan terus menerus agar penguasaan pasar tetap kepegang. Di pasar telekomunikasi selluler yang baru terbangun oleh seluruh komponentnya dalam dua dasarawarsa terakhir tersebut, kini juga mulai jenuh. Hal ini terbaca dari persaingan yang ‘berdarah-darah’ diantara pemain, terbaca dari iklan-iklan mereka, terbaca dari struktur tariff mereka dan lain sebagainya.

Membangun pasar tidak harus dalam skala besar seperti industri telekomunikasi selluler tersebut di atas, di pasar yang sangat kecil sekalipun—bila kita sendirian di situ, maka bisa menjadi peluang besar untuk kita tumbuh. Dalam memperkenalkan Dinar misalnya, kita tidak merasa bersaing dengan siapapun karena ada celah pasar yang sejatinya kecil–tetapi bisa kita bangun menjadi peluang besar bagi kita sendiri.

Saya tidak bersaing dengan sesama toko emas karena produk kita berbeda, karakter pasarnya-pun berbeda —bahkan kita tidak merasa perlu untuk exist di pusat-pusat perdagangan emas di Jakarta seperti Cikini dan Melawai— karena pembeli Dinar tidak perlu datang ke Cikini atau Melawai. Kita tidak bersaing dengan bank, bursa saham, asuransi dan lain sebagainya karena produk yang kita tawarkan jelas berbeda dengan mereka —produk yang kita tawarkan value-nya ada di bendanya sendiri (intrinsic)— bukan pada institusinya.

Lantas bagaimana kita menemukan peluang pasar yang unique ini? Ada pendekatan yang mudah diingat untuk ini yaitu pendekatan WWW, bukan World Wide Web seperti umumnya kita kenal–tetapi pendekatan Who, What and Why.

Untuk mudahnya dipahami, sekali lagi saya ambilkan case-study di GeraiDinar.

Who : siapa yang menjadi target pasar kita? kita mendefinisikannya sebagai muslim menengah keatas yang memiliki excess fund untuk tabungan jangka panjang. Mengapa muslim? karena non-muslim tidak memiliki sentiment value terhadap Dinar—meskipun mereka ada yang membeli tetapi bukan target pasar kita. Mengapa menengah keatas yang memiliki excess fund untuk tabungan jangka panjang? karena fungsi proteksi nilai dari Dinar lebih terasa manfaatnya untuk kebutuhan jangka panjang seperti biaya sekolah anak, dana pensiun dlsb.

What : Apa produknya? kita tidak membuat produk ini sendiri, kita percayakan pada ahlinya dibidang ini yaitu Unit Logam Mulia dari PT. Aneka Tambang, TBK. Menyerahkan produk pada ahlinya ini memudahkan kita memperkenalkan produk ini ke khalayak.
Why : mengapa orang membeli Dinar dari kita? macam-macam alasannya, ada yang memindahkan uangnya dari deposito ke Dinar karena kebutuhan akan proteksi nilai lebih bisa dipenuhi di Dinar. Ada yang membeli karena harga buy back kita yang sangat tinggi karena kita jaga consistent 4% dibawah harga jual, pembeli kategori alasan kedua ini bahkan tetap membeli ketika harga kita tinggi—ya karena berarti kita juga menghargai tinggi terhadap Dinar yang telah mereka beli sebelumnya. Ada pula yang membeli karena sajian data harga kita yang selalu up-to-date, sehingga orang bisa mengikuti dari menit ke menit arah nilai tabungannya dan tahu persis berapa nilainya bila hendak dijual kembali.

Pembeli dengan alasan ketiga inilah yang akhirnya membentuk suatu ‘kebutuhan’ tersendiri—yaitu kebutuhan akan informasi harga yang harus selalu bisa diakses secara up-to-date. Melalui pemantauan mereka ini pula kami mendapatkan response bila dalam beberapa menit saja server kami down—bahkan ketika hari libur sekalipun.

Paduan dari tiga kombinasi who, what and why yang bersifat unique inilah yang membuat pasar kita berbeda dari pasar orang lain. Salah satu atau dua dari W-nya bisa sama yaitu misalnya Who dan What-nya, tetapi bila W yang ketiga berbeda—maka kita masih akan menghasilkan pasar yang berb eda dari yang dimiliki orang lain. Ilustrasi di bawah ini akan memudahkan kita membangun pasar yang unique ini.

Senin, 13 Februari 2012

budi daya walet

>> Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
>> Budidaya walet ternyata bisa dengan biaya yang terjangkau. Ini sudah saya
>> praktekkan 2 tahun belakangan ini. Yakni saya memanfaatkan bekas kamar
>> tidur. Saya merehab kamar tidur menjadi kamar walet. Biaya yang saya
>> keluarkan pun hanya puluhan juta saja, yakni untuk merehab
>> ruangan;..membikin papan sirip tempat walet bersarang, membeli ember-ember
>> untuk air sebagai sarana kelembapan, membeli paralon/ pipa PVC 4 inc untuk
>> ventilasi udara, dan membeli seperangkat audio untuk memanggil walet harus
>> dengan suara tiruan.
>> Pengeluaran harian tidak ada sebab walet mencari makan sendiri. Hasil yang
>> saya peroleh, bisa panen sarang walet 1 kg setiap 3 bulan. Hasil panen
>> dihargai 1 kg Rp 10 juta rupiah. Ini karena kualitas sarang yang belum
>> bagus.
>> Anggapan selama ini, bahwa budidaya walet harus mengeluarkan dana yang
>> besar, ternyata sekarang sudah tidak relevan lagi. Ilmu walet juga selama
>> ini dirahasiakan. Namun setelah seorang teman memberikan informasi untuk
>> membuka www.duniawalet.com, situs tentang walet yang rasional, jujur dan
>> pemiliknya seorang muslim, saya memperoleh wawasan yang segar, dan
>> akhirnya
>> saya mencoba mempraktekkan budidaya walet dengan biaya yang terjangkau.
>> Alhamdulillah saya sekarang sudah memetik hasilnya.
>> Ini sebagai usaha alternatif di tengah persaingan bisnis yang begitu
>> ketat.
>> Budidaya walet dengan biaya murah, bisa dengan membangun bangunan dari
>> batako saja, dengan ukuran minimal 4 meter X 5 meter, satu atau dua
>> lantai.
>> Di Kalimantan, bangunan walet hanya terbuat dari papan atau Calsibut
>> dengan
>> menggunakan tiang kayu ulin.
>> Kesimpulannya, budidaya walet bukan monopoli orang kaya atau golongan
>> tertentu saja. Sudah saatnya, karunia Allah ini bisa kita manfaatkan
>> sebagai
>> lahan bisnis alternatif untuk memperoleh rizki Nya. Semoga info ini
>> berfaedah.
>> Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selasa, 04 Agustus 2009

investasi tanah kavling dahsyat

Di jual tanah kavling murah harga 2.500.000 tunai luas 10x20 meter tempat di daerah anggana Samarinda Kalimantan timur bisa membeli dengan kredit harga 3.500.000 dengan DP 500.000 tanah tidak bermasalah dan sengketa jika tidak di jamin uang kembali Hub. Via Japri saja mit_din@yahoo.co.id Miat Dinata HP:085250983785 segera hubungi ..... new